oleh

Pssi Bisa Apa Mata Najwa : Edy Rahmayadi Resmi Mengundurkan Diri Dari PSSI

Pssi Bisa Apa Mata Najwa

Publik sepakbola Indonesia nampaknya sedang mulai kembali menghangat ketika ketua umumnya yaitu Edy Rahmayadi mengumumkan pengunduran dirinya pada kongres tahunan PSSI. Bukannya membuka kongres tersebut dengan semestinya , Edy yang merupakan gubernur sumatera utara inipun dengan bulat memilih untuk mengundurkan diri dari jabatanya.

Pssi Bisa Apa Mata Najwa pernah meminta keterangan edy rahmayadi mengenai isu yang berkembang di masyarakat dan juga keinginan publik sepakbola indonesia agar edy mengundurkan diri menjadi ketua umum pssi. Namun tanggapan yang masih ingin menjadi ketua umum berbanding terbalik dengan keputusannya yang pada kongres PSSI kemarin dia memilih untuk mengundurkan diri.

Keputusan yang di ambil edy menurutnya cukup bulat. Hal itu melihat dari isu – isu yang berkembang di masyakarat mengenai ketidak harmonisan di tubuh PSSI dan juga banyaknya pr di tubuh PSSI membuat edy menginginkan penggantinya bisa lebih maksimal menggantikan dirinya di ruang lingkup federasi. Meskipun mundurnya edy rahmayadi dari federasi sepakbola tertinggi di tanah air di sambut positif oleh beberapa netizen , namun tidak sedikit juga reaksi para penggiat sepakbola termasuk member – member yang berada di ruang lingkup PSSI  melayangkan protes mengenai kemundurannya. Ha itu lantaran pengganti dari Edy yaitu Joko Driyono di nilai tidak lebih baik dari Edy Rahmayadi. Tak hanya mengenai kemampuannya dalam memimpin Pssi Bisa Apa Mata Najwa pernah menjelaskan secara terperinci bahwa Joko Driyono yang merupakan orang terlama yang berada di ruang lingkup federasi ini  tidak cukup kompeten untuk menjadi ketua umum PSSI. Tak hanya kompetensinya yang masih tanda tanya netralitas dalam memimpin pun di nilai cukup meragukan apabila melihat dari status Joko Driyono adalah pemegang saham tertinggi klub asal ibu kota yaitu Persija Jakarta.

Baca Juga :  Change Org Edy Harus Mundur : Sudah Waktunya Edy Rahmayadi Mundur Dari PSSI

Belum selesai kisruh sepakbola Indonesia tentang Match Fixing seperti yang di beritakan pada saat Pssi Bisa Apa Mata Najwa, babak baru kegaduhan sepakbola Indonesia nampaknya terus berlanjut di tangan Joko Driyono. Selain beliau adalah pemegang saham tertinggi di salah satu klub liga 1 , rekam jejak selama puluhan tahun di federeasi sepakbola Indonesia masih di nilai kurang kontribusinya karena minim prestasi. Apalagi penunjukan Bima sakti sebagai pelatih kepala dinilai cukup meragukan karena pada pagelaran kompetisi internasional , Indonesia masih jauh dari kata bagus di tangan Bima Sakti ini.

Komentar

Berita Terbaru